BAB 1 : PENDAHULUAN
1. Akuntansi
Internasional Dipandang dari Sudut Pandang Sejarah dan Sudut Pandang
Kontemporer
a)
Sudut
Pandang Sejarah
Sejarah akuntansi
merupakan sejarah iriternasional. Kronologi berikut ini menunjukkan bahwa
akuntansi telah meraih keberhasilan besar dalam kemampuannya untuk diterapkan
dari satu kondisi nasional ke kondisi lainnya sementara di pihak lain
memungkinkan timbulnya pengembangan terus-menerus dalam bidang teori dan
praktik di seluruh dunia.
Sebagai permulaan, sistem
pembukuan berpasangan (double-entry book keeping), yang umumya diianggap
sebagai ,awal penciptaan akuntansi seperti yang kita ketahui dari negara-negara
kota di Italia pada abad ke-14 dan 15. Parkembangannya didorong oleh
pertumbuhan perdagangan iternasional di
Italia Utara selama masa akhir abad pertengahn dan keinginan pemerintah
menemukan cara dalam mengenakan ”Pembukuan ala Italia''. kemudian beralih ke
Jerman untuk membantu para pedagang pada zaman Fugger dan kelompok Hanseatik.
Pada waktu yang hampir bersamaan, peran filsuf bisnis di Belanda mempertajam
cara menghitung pendapatan periodik dan
aparat pemeriritah di Prancis menemukan keuntungan menerapkan keseluruhan
sistem. dalam perencanaarya dan akuntabilitas pemerintah
Singkat kata gagasan
mengenai akuntansi pembukuan berpasangan mencapai Kepulauan Inggris.
Perkembangan inggris Raya menciptakan kebutuhan yang tak terelakkan lagi bagi
kepentingan komersial Inggris untuk mengelola dan mengendalikan perusahaan di
daerah koloni, dan untuk pencatatan perusahaan kolonial mereka yang akan
diperiksa ulang dan diverifikasi. Kebutuhan-kebutuhan ini menyebabkan tumbuhnya
masyarakat akuntansi pada tahun 1850-an dan suatu profesi akuntansi publik yang
terorganisasi di Skotlandia dan Inggris selama tahun 1870-an. Praktik akuntansi
Inggris menyebar luas tidak hanya di seluruh Amerika Utara, tetapi juga
di,seluruh,wilayah Persemakmuran Inggris yang ada waktu itu.
Perkembangan yang sama
juga terjadi di tempat lain. Sebagai contoh, model akuntansi Belanda diekspor
antara lain ke Indonesia. Sistem akuntansi Prancis menemukan tempatnya di
Polinesia dan wilayah-wilayah di Afrika yang ada di bawah pemerintahan
Prancis,sedangkan kerangka pelaporan sistem Jerman terbukti berpengaruh di
Jepang, Swedia dan Kekaisaran Rusia.
Seiring dengan kekuatan
ekonomi Amerika Serikat yang tumbuh selama paruh pertama abad ke-20, kerumitan
masalah-masalah akuntansi muncul secara bersamaan pula Sekolah-sekolah bisnis
membantu perkembangan tersebut dengan merumuskan bidang-bidang masalah dan pada
akhirnya mengakuinya sebagai suatu disiplin ilmu akademik sendiri pada berbagai
sekolah tinggi dan universitas. Setelah Perang Dunia II, pengaruh akuntansi
semakin terasa dengan sendirinya pada Dunia Barat, khususnya di Jerman dan
Jepang Pada angkatan yang agak kurang, faktor yang sama juga dapat dilihat
secara langsung di neeara-negara seperti Brasil, Israel, Meksiko, Filipina,
Swedia, dan Taiwan.
Berkebalikan dengan sifat
warisan akuntansi yang internasional tersebut adalah bahwa dibanvak negara,
akuntansi tetap merupakan masalah nasional, dengan standar dan praktik nasional
yang melekat sangat erat dengan hukum nasional dan aturan profesional. Hanya
terdapat sedikit pemahaman atas ketentuan yang sejenis dengan negara lain.
Namun demikian, akuntansi melayani manusia dan organisasi yang lingkup keputusannya
semakin internasional.
Mengatasi paradoks sejarah
akuntansi ini telah lama menjadi perhatian baik bagi para pengguna maupun
penyusun informasi akuntansi. Dalam tahun-tahun terakhir usaha-usahainstitusi
untuk mempersempit perbedaan dalam pengukuran, pengungkapan dan proses auditing
di seluruh dunia semakin intensif dilakukan; Penjelasan mengenai usaha ini dan
pemain-pemain.utama dengan peranan penting untuk mencapai terwujudnya akuntansi
global menjadi fokus.
b)
Sudut
Pandang Kontemporer
Apabila usaha-usaha untuk
mengurangi perbedaan akuntansi internasional merupakan sesuatu yang penting di
satu sisi, sekarang ini terdapat sejumlah faktor tambahan yang turut menambah
pentingnya mempelajari akuntasi internasional. Faktor-faktor ini tumbuh dari
pengurangan yang signifikan dan terus menerus hambatan perdagangan dan
pengendalian modal secara nasional
secara nasional yang terjadi bersamaan dengan kemajuan dalam
teknologi informasi.
Pengendalian nasional
terhadap arus modal valuta asing, investasi asing langsung dan transaksi
terkait telah diliberalisasikan secara dramatis dalam beberapa tahun terakhir,
sehingga mengurangi hambatan-hambatan terhadap bisnis internasional. Hal ini
menunjukkan bahwa dengan beberapa pengecualian, terdapat tren yang kuat di
seluruh dunia selama periode ini untuk melakukan privatisasi atas perusahaan
keuangan-milik pemerintah (terutama bank)
dan untuk mengurangi atau menghilangkan pengendalian valuta asing dan
pembatasan dalam investasi lintas-batas.
Kemajuan dalam teknologi
informasi juga menyebabkan perubahan radikal dalam ekonomi produksi dan
distribusi. Produksi yang terintegrasi secara vertikal tidak lagi menjadi bukti
model operasi yang efisien. Hubungan informasi, secara global dan seketika
memberi makna bahwa produksi semakin dialih kontrakkan (oittsoitrced) kepada
siapa saja dengan ukuran apa pun di niana saja di dunia yang memiliki kemampuan
terbaik dalam melakukan suatu pekerjaan atau suatu bagian dari pekerjaan
tersebut. Hubungan wajar timbal-balik yang menjadi karakter hubungan perusahaan
dengan pemasok, perantara dan pelanggan mereka digantikan dengan hubungan kerja
sama global dengan pemasok, pemasok dari pemasok, perantara, pelanggan dan
pelanggan dari pelanggan. Didorong oleh perkembangan ganda yang baru
dijelaskan, ada beberapa faktor yang menyumbang semakin pentingnya
masalah-masalah yang dibahas dalam makalah ini.
2.
Pertumbuhan
dan Penyebaran Operasi Multinasional
Bisnis internasional secara
tradisional terkait dengan perdagangan luar negeri. Kegiatan ini, yang berakar
dari masa lampau, akan terus berlanjut. Isu akuntansi utama yang berhubungan
dengan kegiatan ekspor dan impor adalah sejumlah besar obat-obatan kepada
seluruh importer Brasil dan mengirimkan tagihan
dalam mata uang asing Real Brasil. Seandainya nilai real mengalami
penurunan relative terhadap Euro sebelum dilakukannya pembayaran, Solvay akan
mengalami kerugian dalam mata uang asing karena real akan menghasilkan euro
yang lebih kecil pada saat konversi setelah iraluasi dibandingkan sebelum
devaluasi.
Saat ini, bisnis internasional semakin
berhubungan dengan investasi asing langsung, yang meliputi pendirian sistem
manufaktur atau distribusi di luar negeri dengan membentuk afiliasi yang
dimiliki seutuhnya, usaha patungan atau aliansi strategis. Jika terlihat jelas
adanya bias dari negara-negara maju terhadap investasi asing langsung,
meledaknya arus investasi asing langsung ke negara-negara berkembang sejak awal
tahun, 1990-an menunjukkan bahwa MNC semakin menyadari bahwa negara-negara tuan
rumah ini (host countries) menjadi lokasi investasi yang menarik.
Operasi yang dilaksanakan di luar
negeri membuat manajer keuangan dan akuntan menghadapi risiko berupa semua
jenis masalah yang tidak mereka hadapi ketika operasi perusahaan dilaksanakan
di dalam wilayah satu negara. Seperti satu contoh, bagaimana seharusnya sebuah
MNC seperti Sandvik melaporkan hasil operasinya, baik domestik dan
internasional, terhadap seluruh investor Swedia. Namun demikian, pemegang saham
Sandvik dari Swedia terbiasa untuk melihat 'aporan menurut G A AP Swedia. Pemeriksaan
terhadap kebijakan akuntansi atas konsolidasi menunjukkan bahwa perusahaan
pertama-tama menyajikan ulang seluruh akun-akun luar negerinya menjadi sesuai
dengan GAAP Swedia sebelum dilakukan konsolidasi.
Akun konsolidasi disusun sesuai
dengan prinsip-prinsip yang ditetapkan dalam standar yang dibuat oleh Dewan
Standar Akuntansi Keuangan Swedia. Akan tetapi dalam menyajikan dari sekelompok
prinsip menjadi kelompok lainnya, apakah ada yang hilang dalam proses translasi
tersebut? Sebagai contoh, perusahaan Meksiko menyesuaikan laporan keuangan
mereka atas perubahan harga, yang ditimbulkan oleh periode inflasi yang serius
di masa lalu. Metodologi konsolidasi yang dianut Sandvik memerlukan adanya
penyesuaian atas laporan akuntansi inflasi ini untuk dikembalikan kepada biaya
historis sebelum dilakukan konsolidasi. Metodologi mengurangi isi informasi
akun anak perusahaan Meksiko yang disesuaikan dengan inflasi? Mungkinkah hal
ini menjelaskan mengapa perusahaan multinasional dari Jepang, Yamaha, produsen
instrumen dan produk-produk gaya hidup lain yang terkenal di dunia, mengikuti
jalan yang berbeda
Yamaha Corporation dan anak-anak
perusahaan domestiknya mempertahankan catatan akuntansinya dan menyusun laporan
keuangannya sesuai dengan prinsip dan praktik akuntansi yang diterima secara
umum di Jepang, dan anak perusahaan luarnegeri mempertahankan buku akun sesuai
dengan prinsip dan praktik akuntansi yang berlaku di negara domisili.
Perusahaan dan seluruh anak perusahaan yang dikonsolidasikan disebut sebagai
"Kelompok” Laporan keuangan berikut ini telah dipersiapkan dari laporan
keuangan yang diserahkan kepada Kementerian Keuangan sebagaimana yang
ditentukan oleh Hukum Pasar Modal di negara Jepang. Dengan demikian, laporan
keuangan konsolidasi yang disisipkan dapat berbeda dalam beberapa aspek
signifikan dengan prinsip dan praktik akuntansi yang diterima di negara dan wilayah
yurisdiksi selain Jepang.
Selain itu terdapat pula pilihan
mengenai kurs nilai tukar yang digunakan untuk mengkonversi akun-akun luar
negeri ke dalam satu mata uang pelaporan.. Karena jarang sekali kurs nilai
tukar konstan nilainya, penyajian kembali akun yang menggunakan kurs nilai
tukar yang berubah-ubah hampir tiap hari menghasilkan keuntungan dan kerugian
yang dapat menimbulkan pengaruh signifikan atas profitabilitas yang dilaporkan
dan persepsi tingkat risiko dari suatu operasi multinasional. Seperti yang
dapat diduga, perlakuan akuntansi untuk keuntungan dan kerugian seperti ini
tidaklah seragam di seluruh dunia.
Manajer keuangan dan akuntan juga
harus memahami pengaruh kompleksitas lingkungan
pengukuran akuntansi suatu
perusahaan multinasional (multinational enterprise-MNE). Sebagai
contoh, memahami pengaruh perubahan nilai tukar dan tingkat inflasi merupakan
hal penting dalam bidang-bidang seperti menyusun anggaran jangka pendek dan
jangka panjang induk perusahaan dan anak-anak perusahaan (atau cabang-cabang),
mengukur dan mengevaluasi kinerja unit usaha lokal dan para manajernya, dan membuat
keputusan yang berpengaruh pada perusahaan secara keseluruhan dalam melakukan
alokasi modal investasidan laba ditahan, dan sebagainya. Yang membuat lebih
rumit lagi adalah kurs nilai tukar dan tingkat inflasi tidak bergerak secara
bersamaan. Begitu luasnya pengaruh perubahan kurs nilai tukar valuta asing dan
inflasi luar negeri terhadap pengukuran akuntansi menyebabkan sistem
pengendalian keuangan domestik tidak mampu memenuhi kebutuhan para manajer
dengan baik tanpa dilakukannya penyesuaian lingkungan yang memadai. Akuntansi
manajemen dari sudut pandang internasional kemungkinan besar mencakup bahan
yang rinci dan paling rumit
Masalah penting dalam perpajakan
internasional dan penentuan harga
transfer. Usaha-usaha yang beroperasi di lebih dari satu negara perlu mengamati
dan mengelola risiko pajak yang dihadapi dengan saksama. Pengetahuan mengenai
hukum pajak dan nilai mata uang hanyalah sebuah permulaan. Sangatlah mungkin
bahwa langkah-langkah yang diambil untuk menurunkan besarnya pajak di suatu tempat
akan meningkatkan besarnya pajak di tempat lain, dan peningkatannya mungkin
lebih besar dari pengurangan pada awalnya. Pengaruh strategi perpajakan
terhadap penganggaran dan prosedur kendali perusahaan harus dipertimbangkan
dengan saksama. Sebagai contoh, strategi yang baik untuk mengurangi pajak
mungkin menimbulkan pengaruh terhadap sistem evaluasi kinerja yang sebenamya
tidak diharapkan. Harga transfer (transfer price) harga yang dibebankan
terhadap unit-unit usaha atas transaksi internal yang melewati batas-batas
nasional sering kali ditetapkan dengan mengingat faktor minimalisasi pajak. Ide
dasamya adalah untuk mengumpulkan beban (sebanyak mungkin) pada neeara-negara
dengan tingkat tarif pajak yang tinggi dan mengumpulkan pendapatan di
negara-negara yang rendah tingkat tarif pajaknya, sehingga memaksimalkan laba
secara keseluruhan. Pemerintah sangat menyadari strategi ini dan telah
menerapkan aturan yang rumit untuk mencegah penggunaan strategi ini secara
berlebihan. Apabila istilah harga "transaksi wajar" menyebar luas,
definisi dan metode yang digunakan untuk menghitungnya sangat bervariasi. Di
atas semuanya itu, perubahan tak terduga dalam kurs nilai tukar atau tingkat
inflasi dapat menimbulkan malapetaka dalam strategi perencanaan pajak. Umumnya,
diperlukan penggunaan model komputer yang rumit untuk menghitung perkiraan
pengaruh strategi pajak suatu perusahaan secara menyeluruh.
3.
Inovasi
Keuangan
Manajemen risiko telah menjadi
istilah yang populer dalam lingkungan perusahaan dan manajemen. Alasannya
tidaklah sulit dicari. Dengan deregulasi -pasar keuangan dan pengendalian modal
yang terus dilakukan, volatilitas dalam harga komoditas, valuta asing, kredit
dan ekuitas menjadi hal yang biasa dewasa ini. Berdasarkan kondisi dunia saat
ini, manajer keuangan perlu menyadari risiko yang mereka hadapi yang berasal
dari volatilitas tersebut, memutuskan risiko manakah yang perlu dilindungi dan
mengevaluasi hasil strategi manajemen risiko yang dijalankan.
Pada saat yang bersamaan, kemajuan
dalam teknologi keuangan memungkinkan pergeseran risiko keuangan kepada pundak
orang lain. Meski demikian, beban untuk mengukur risiko antar pihak tidak dapat
dialihkan dan sekarang berada pada pundak sekelompok besar pelaku pasar, yang
banyak di antaranya mungkin berada ribuan mil jauhnya. Tampak jelas adanya
ketergantungan yang ditimbulkan terhadap praktik pelaporan internasional dan
kebingungan yang timbul dari perbedaan pengukuran oroduk risiko keuangan.
Mereka yang memiliki keahlian manajemen risiko sangat dihargai oleh pasar.
4.
Kompetisi
Global
Faktor lain yang turut menyumbangkan
semakin pentingnya akuntansi internasional adalah fenomena kompetisi global.
Penentuan acuan (benchmarking), suatu tindakan untuk membandingkan kinerja satu
pihak dengan suatu standar yang memadai, bukanlah hal yang baru. Yang baru
adalah standar perbandingan yang digunakan kini melampaui batas-batas nasional.
Dalam penentuan acuan terhadap
pesaing internasional, seseorang harus berhati-hati untuk memastikan bahwa
perbandingan yang dilakukan memang benar-benar dapat dibandingkan. Sebagai
contoh, satu alat ukur kinerja yang sering digunakan adalah pengembalian atas ekuitas
(return on equity-ROE).
5.
Merger
dan Akuisisi Lintas Batas Negara
Seiring dengan berlanjutnya tren
global atas konsolidasi industri, berita mengenai merger dan akuisisi
internasional praktis merupakan kenyataan sehari-hari. Apabila merger umumnya
diringkas dengan istilah sinergi operasi atau skala ekonomi, akuntansi
memainkan peranan yang penting dalam mega konsolidasi ini karena angka-angka
yang dihasilkan akuntansi bersifat mendasar dalam proses penilaian perusahaan.
Perbedaan aturan pengukuran nasional dapat memperumit proses penilaian
perusahaan
Sebagai contoh, penuaian perusahaan
sering kali didasarkan pada faktor-faktor berbasis harga, seperti rasio harga
atas laba (P/E). Pendekatan di sini adalah untuk menurunkan rata-rata faktor
P/E untuk perusahaan yang sebanding dalam industri dan menerapkan faktor ini
atas laba yang dilaporkan oleh perusahaan yang sedang dinilai untuk
menghasilkan harga tawaran yang memadai. Perhatian utama perusahaan yang
melakukan akuisisi ketika sedang memberikan tawaran atas target -akuisisi asing
adalah sejanh apa faktor E (laba - earnings) Dalam ukuran P/E ini merupakan
refleksi sesungguhnya dari variabel yang sedang diukur, bila dibandingkan
dengan hasil dari perbedaan pengukuran akuntansi.
Perbedaan aturan pengukuran akuntansi
dapat menimbulkan arena bermain yang tidak sebanding dalam pasar untuk
memperoleh kendali perusahaan. Dengan demikian, jika perusahaan A di negara A
diperbolehkan untuk menempatkan muhibah (goodwill) yang dibeli langgung sebagai
cadangan, sedangkan Perusahaan B di Negara B harus mengamortisasi goodwill yang
dibeli ke dalam laba, maka Perusahaan A mungkin akan memperoleh keunggulan
penawaran bila dibandingkan B ketika sedang mencoba untuk mengakuisisi suatu
target perusahaan.
6.
Internasionalisasi
Pasar Modal
Faktor yang mungkin banyak
menyumbangkan perhatian lebih terhadap akuntansi internasional di kalangan
eksekutif perusahaan, investor, regulator pasar, pembuat standar akuntansi, dan
para pendidik ilmu bisnis adalah internasionalisasi pasar modal seluruh dunia.
Pricewaterhouse Coopers melaporkan bahwa volume penawaran ekuitas lintas batas
dalam dolar meningkat hampir tiga kali lipat antara tahun 1995 dan 1999, dengan
jumlah dana lebih dari sebesar AS$500 miliar yang diperoleh selama periode 5
tahun tersebut (penawaran ini hanya mencakup penjualan surat berharga di luar
pasar domestik). Penawaran internasional atas obligasi, pinjaman sindikasi, dan
instrumen utang lainnya juga tumbuh secara dramatis selama tahun 1990-an. Tren
ini kemudian memburuk selama tahun-tahun awal decade sekarang, yang disebabkan
oleh penurunan aktivitas ekonomi dunia. Meski demikian, aktivitas bisnis saat
ini sedang bergerak naik dan kita berharap tren ini terus berlanjut selama sisa
dekade ini.
Federasi Pasar Modal Dunia (World
Federation of Exchanges) melaporkan bahwa jumlah perusahaan domestik yang
mencatatkan sahamnya meningkat di beberapa pasar dan menurun di beberapa pasar
yang lain selama masa-masa awal dekade sekarang. Meskipun demikian, rata-rata
ukuran dan volume perdagangan per tahun atas perusahaan yang mencatatkan
sahamnya telah tumbuh secara besar,. yang sebagian diakibatkan oleh merger dan
akuisisi, yang juga berakibat pada penghapusan pencatatan saham (delisting)
yang dilakukan beberapa perusahaan yang terkait.
Ratusan perusahaan emiten asing telah
mencatatkan ekuitasnya pada sejumlah pasar modal di Eropa, Amerika Utara dan
Jepang selama bertahun-tahun.
Meski demikian, jumlah perusahaan asing yang mencatatkan saham pada kebanyakan
pasar modal selain Bursa Efek New York (New York Stock Exchange-NYSEJ dan
Nasdaq telah menurun. Hal ini menunjukkan bahwa banyak emiten yang
mempertanyakan manfaat dari proses pencatatan saham tersebut dan bahwa manfaat
untuk pencatatan saham di luar negeri lebih besar apabila dilakukan di Amerika
Serikat ketimbang di negara lain. Tiga wilayah pasar ekuitas terbesar 5 adalah
Amerika Utara, Asia Pasifik, dan Eropa.
7.
Ekonomi
Amerika dan Eropa Barat
a)
Amerika
Utara
Ekonomi
AS dan pasar sahamnya mengalami pertumbuhan tanpa henti selama tahun 1990-an.
Pada tahun 2000, baik NYSE maupun Nasdaq mendominasi bursa efek lain di seluruh
dunia dalam hal kapitalisasi pasar, nilai perdagangan saham domestik, nilai
perdagangan saham asing (di luar Bursa Efek London [London Stock
Exchange—USE]), modal yang diperoleh perusahaan yang baru terdaftar, jumlah
perusahaan domestik yang nvaicatatkan saham dan jumlah perusahaan asing yang
mencatatkan sahamnya. Sebagai tambahan, relatif pentingnya Amerika Utara dalam
pasar ekuitas global juga meningkat: Kapitalisasi pasar di Amerika Utara dalam
persentase terhadap total global berada pada posisi 57,2 persen pada awal tahun
2000.
b)
Asia
Hingga
akhir-akhir ini, banyak ahli yang memperkirakan Asia akan menjadi wilayah pasar
ekuitas kedua terpenting. Republik Rakyat Cina (Cina) muncul sebagai
perekonomian lobal utama dan negara-negara "Macan Asia" mengalami
pertumbuhan dan pembangunan ang fenomenal. Meskipun demikian, beberapa krisis
keuangan di Asia selama tahun 1990-an menunjukkan kerentanan dan ketidak
matangan perekonomian di wilayah ini, dan memperlambat pertumbuhan pasar modal
di wilayah ini.
Beberapa
pengeritik berpendapat bahwa pengukuran akuntansi, pengungkapan, dan standar
auditing di Asia serta pengawasan dan penegakan implementasi standar tersebut
lemah. Sejumlah perusahaan Asia yang mencatatkan saham dan pelaku pasar
terlibat dalam keiahatan terorganisasi, kesepakatan orang dalam dan aktivitas
lain yang merugikan para calon investor. Juga beberapa pemerintah negara di
Asia secara periodik mengumumkan bahwa mereka akan melakukan intervensi dalam
pasar ekuitas untuk meningkatkan harga saham dan manipulasi pasar bukanlah hal
yang tidak umum.
Namun
demikian, prospek pertumbahan masa depan dalam pasar ekuitas Asia tampak kuat.
Kapitalisasi pasar sebagai persentase dari produk domestik bruto (Gross
Domestic Product-GDP) di Asia terbilang rendah dibandingkan dengan di Amerika
Serikat dan beberapa pasar utama Eropa, yang menunjukkan bahwa pasar ekuitas
dapat memainkan peranan yang lebih besar di banyak perekonomian Asia. Demikian
juga, pemerintah dan bursa efek di Asia berada di bawah tekanan untuk
memperbaiki kualitas dan kredibilitas pasar untuk menarik para investor. Beberapa
pasar di Asia (seperti Cina, India, Korea, .Taiwan, dan Hong Kong) telah tumbuh
dengan cepat dan mengalami volume perdagangan yang relatif besar terhadap
kapitalisasi pasar.
c)
Eropa
Barat
Eropa
adalah wilayah pasar ekuitas terbesar kedua di dunia dalam hal kapitalisasi
pasar dan volume perdagangan. Perluasan ekonomi secara signifikan turut
menyumbangkan pertumbuhan pasar ekuitas Eropa yang cepat selama paruh kedua
tahun 1990-an. Faktor terkait di Eropa Kontinental adalah perubahan perlahan
menuju orientasi ekuitas yang sudah lama menjadi ciri-ciri pasar ekuitas London
dan Amerika Utara." Privatisasi yang dilakukan terhadap banyak perusahaan
besar milik pemerintah telah membuat pasar ekuitas Eropa menjadi lebih penting
dan menarik investor noninstitusional (nonlembaga), yang hingga akhir-akhir ini
tidak terlalu aktif di Eropa Kontinental. Pada akhirnya, kepercayaan pada pasar
Eropa telah tumbuh seiring dengan keberhasilan Persatuan Moneter Eropa
(European Monetary Union - EMU).
Pasar
ekuitas Eropa akan terus tumbuh. Reformasi pensiun, sebagai satu contoh, telah
menimbulkan permintaan baru terhadap kesempatan investasi. Juga banyak dan
lebih banyak lagi investor asing memasuki pasar ekuitas Eropa. Arus ekuitas
lintas batas meningkat dalam persentase dibandingkan peningkatan arus obligasi
lintas batas, sebagian karena ekuitas merupakan investasi yang menguntungkan
sejak jatuhnya pasar pada bulan Oktober 1987. Lagi pula, kelahiran mata uang
Euro telah memicu timbulnya merger lintas batas, yang diperkirakan akan terus
berlanjut.
8.
Pencatatan
dan Penerbitan Saham Lintas Batas Negara
Gelombang minat melakuikan pencatatan
saham lintas batas yang sekarang terjadi pada pasar baru Eropa mengikuti
periode tahun 1980-an ketika rarusan perusahaan asing mencatatkan sahamnya
pada bursa efek di Eropa. Biaya pencatatan saham relatif rendah dan setiap
orang melakukannya.
Bukti menunjukkan bahwa perusahaan
penerbit saham bermaksud melakukan pencatatan
lintas-batas di Eropa
untuk memperluas kelompok
pemegang saham, meningkatkan
kesadaran terhadap produk mereka dan/atau membangun kesadaran masyarakat terhadap
perusahaan, khususnya di negara-negara di mana perusahaan memiliki operasi yang
signifikan dan/atau pelanggan utama. (Bursa efek di Eropa telah lama
mempromosikan manfaat-manfaat ini). Namun demikian, terbukti sedikit saja bahwa
manfaat tersebut dapat diwujudkan di dalam pasar Eropa. Kebanyakan ekuitas
asing di Eropa Kontinental sangat sedikit diperdagangkan atau tidak
diperdagangkan sama sekali, dan hanya memiliki beberapa pemegang saham lokal.
Seperti yang dikatakan sebelumnya, selama tahun 1990-an banyak perusahaan asing
yang menarik pencatatan sahamnya dari bursa efek di Eropa setelah menyadari
sedikitnya manfaat yang dapat diperoleh dari kegiatan pencatatan tersebut.
Regulator nasional dan bursa efek
sangat berkompetisi dalam pencatatan saham asing dan volume perdagangan, yang
merupakan hal penting bagi bursa efek yang berkeinginan untuk menjadi atau
mempertahankan posisi sebagai pemimpin global. Sebagai respon, bursa efek dan
regulator pasar Eropa telah bekerja untuk membuat akses masuk yang lebih cepat
dan lebih murah bagi para perusahaan asing penerbit saham dan pada saat yang
bersamaan meningkatkan kredibilitas mereka. Karena pasar Eropa menjadi semakin
khusus, setiap pasar menawarkan manfaat unik untuk para penerbit asing.
Banyak perusahaan Eropa mengalami
kesulitan ketika memutuskan di mana meningkatkan jumlah modal atau .mencatatkan
sahamnya. Pengetahuan mengenai berbagai pasar ekuitas dengan hukum, aturan, dan
karakter kelembagaan yang berbeda sangat diperlukan saat ini. Yang juga
diperlukan adalah pemahaman mengenai bagaimana karakteristik perusahaan
penerbit sahain dan bursa efek salingbgrhubungan. Negara asal, industri, dan
besarnya penawaran perusahaan penerbit saham hanyalah beberapa faktor yang
perlu dipertimbangkan." Lagi pula, biaya dan manfaat kombinasi pasar yang
berbeda biaya dan manfaat kombinasi pasar
yang berbeda perlu untuk
dipahami.
SUMBER :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar