BAB 3 AKUNTANSI
KOMPARATIF : EROPA
Akuntansi komparatif Eropa ini berfokus
pada lima anggota Uni Eropa (EU) : Republik Ceko, Prancis, Jerman, Belanda, dan
Inggris. Prancis, Jerman, dan Belanda merupakan anggota asli Masyarakat Ekonomi
Uni Eropa ketika organisasi tersebut didirikan pada tahun 1957. Inggris
bergabung pada tahun 1973. Keempat Negara ini memiliki ekonomi yang berkembang
pesat dan merupakan rumah bagi banyak perusahaan multinasoinal terbesar dunia.
Keempat Negara tersebut merupakan beberapa pendiri International Accounting
Standards Committee (sekarang lebih dikenal dengan International Accounting
Standard Board, atau IASB), dan memiliki peranan penting dalam mengatur
agendanya, Republik Ceko merupakan sebuah Negara dengan perekonomian yang
“berkembang”. Pada tahun 1989 saat anggota blok Soviet telah pecah, Negara ini
berubah dari sebuah ekonomi terencana menjadi ekonomi pasar. Perkembangan
akuntansi di Negara tersebut merupakan gambaran dari Negara-negara lain dalam
blok Soviet, Republik Ceko bergabung dalam Uni Eropa pada tahun 2004.
A.
Beberapa
Pengamatan Tentang Standar dan Praktik Akuntansi
Standar akuntansi
merupakan regulasi atau peraturan yang mengatur pengolahan laporan keuangan.
Susunan standar merupakan proses perumusan standar akuntansi. Jadi, standar
akuntansi merupakan hasil dari susunan standar. Namun, praktik yang sebenarnya
bisa saja menyimpang dari apa yang diharuskan standar. Setidaknya ada tiga
alasan untuk hal ini:
1.
Dibanyak
negara hukuman untuk kegagalan dengan pernyataan akuntansi resmi dianggap lemah
atau tidak efektif. Perusahaan tidak selalu mengikuti standar-standar yang ada
jika tidak dipaksa.
2.
Perusahaan
bisa dengan sukarela melaporkan lebih banyak informasi daripada yang
diharuskan.
3.
Beberapa
negara mengijinkan perusahaan untuk kluar dsari jalur standar akuntansi jika
hal tersebut bisa menggambarkan hasil operasi dan posii keuangan perusahaan
dengan lebih baik.
Susunan standar akuntansi
biasanya menggabungkan kombinasi dari kelompok-kelompok sektor umum dan sektor
swasta. Sektor swasta meliputi profesi akuntansi dan kelompok-kelompok lain
yang dipengaruhi oleh proses pelaporan keuangan. Sektor umum meliputi perwakilan-perwakilan
seperti petugas pajak, perwakilan pemerintah yang bertanggung jawab atas hokum
komersial, dan komisi keamanan.
Hubungan antara standar
akuntansi dan praktik akuntansi sangat rumit, dan tidak selalu bergerak dalam
gerakan satu arah. Praktik bisa dipengaruhi dalam oleh tekanan pasar, seperti
tekanan-tekanan yang berhubungan dengan persaingan pendapatan dalam pasar
modal. Perusahaan-perusahaan yang bersaing bisa begitu saja memberikan
informasi diluar apa yang diharusksansebagai tanggapan terhadap permintaan
informasi oleh investor dan yanglainnya. Jika permintaan akan informasi
tersebut cukup kuat, standar bisa diubah untuk menutup informasi yang awalnya
bersifat sukarela.
B.
IFRS
Dalam Uni Eropa
Kecenderungan dalam
laporan keuangan menghadap kearah kewajaran penyajian, setidaknya bagi laporan
keuangan gabungan. Pada tahun 2002, Uni Eropa menyetujui sebuah aturan
akuntansi yang mengharuskan semua perusahaan Uni Eropa yang terdaftar dalam
sebuah pasar resmi untuk mengikuti IFRS dalam laporan keuangan gabungan mereka,
dimulai pada tahun 2005. Negara-negara anggota dibebaskan untuk memperluar
persyaratan ini bagi semua perusahaan bukan hanya perusahaan yang terdaftar,
termasuk laporan keuangan perusahaan pribadi. Persyaratan Uni Eropa untuk
menggunakan IFRS dilima negara yang diteliti dalam bab ini. Penggabungan
laporan keuangan bisa diharapkan dimna IFRS diperlukan, tapi perbedaannya tetap
ada ketika tidaak ada penggabungan.
Untuk memahami akuntansi
di Eropa, seseorang harus bisa memahami IFRS dan persyaratan akuntansi
setempat. Banyak perusahaan akan memilih untuk mengikuti persyaratan setempat
diperusahaan-perusahaan di mana IFRS digunakan. Akan tetapi, untuk beberapa
kategori perusahaan lain, hal ini di larang karena alasan tertetu. Mulai dari
karena kebijakan yang ada di negara tersebut, sampai dengan biaya yang harus
dikeluarkan untuk adopsi IFRS yang dirasa terlalu berat bagi perusahaan
kategori tertentu.
1.
Persyaratan
IFRS
|
Republik Ceko
|
Prancis
|
Jerman
|
Belanda
|
Inggris
|
|
|
Perusahaan Terdaftar -
Laporan Keuangan Gabungan
|
Diharuskan
|
Diharuskan
|
Diharuskan
|
Diharuskan
|
Diharuskan
|
|
Perusahaan Terdaftar -
Laporan Keuangan Perusahaan Pribadi
|
Diharuskan
|
Dilarang
|
Diperbolehkan, untuk tujuan internasional
|
Diperbolehkan
|
Diperbolehkan
|
|
Perusahaan Tidak
Terdaftar - Laporan Keuangan Gabungan
|
Diperbolehkan
|
Diperbolehkan
|
Diperbolehkan
|
Diperbolehkan
|
Diperbolehkan
|
|
Perusahaan Tidak
Terdaftar - Laporan Keuangan Perusahaan Pribadi
|
Dilarang
|
Dilarang
|
Diperbolehkan, untuk tujuan internasional
|
Diperbolehkan
|
Diperbolehkan
|
2.
Laporan
keuangan
Laporan keuangan IFRS terdiri atas
neraca gabungan, laporan laba-rugi, laporan kas, laporan perubahan ekuitas
(atau laporan laba rugi dan pengeluaran yang diakui), dan catatan penjelasan.
Ungkapan catatan harus mencakup:
a)
Kebijakan
akuntansi yang diikuti
b)
Penilaian
yang dibuat oleh manajemen dalam menetapkan kebijakan akuntansi yang penting
c)
Asumsi
utama mengenai masa depan dan sumber-sumber penting tentang ketidakpastian
estimasi
Informasi komparatif hanya dibutuhkan
untuk periode terdahulu. Tidak ada persyaratan IFRS untuk menunjukan lapotan
keuangan entitas peruahaan induk sebagai tambahan bagi nlaporan keuangan
gabungan. Persyaratan IFRS juga tidak ada untuk menghasilkan laporan keuangan
sementara. Penggabungan didasarkan pada control, yang merupakan kekuatan untuk
mengaturc kegiatan keuagan dan operasi entitas lain. Secara umum, semua cabang
harus digabungkan bahkan jika kontrolnya bersifat sementara atau cabang
beroperasi di bawah pembatasab transfer-dana jangka panjang yang ketat.
Kewajaran penyajian diperlukan. IFRS bisa dikesampingkan hanya dalam keadaan
yang sangat jarang untuk mencapai kewajaran penyajian. Ketika IFRS
dikesampingkan, pengaruh alam, pertimbangan dan keuangan awal dari IFRS harus
diungkapkan.
3.
Patokan
Akuntansi
Dalam IFRS, semua kombinasi bisnis
dianggap sebagai pembelajaran. Goodwill merupakan perbedaan antara harga pasar
dari pertimbangan yang ada dan harga pasar dari asset cabang, kewajiban, dan
kewajiban bersayarat. Goodwill yang negatir harus segera diakui dalam pendapatan.
Entitas-entitas yang dokontrol bersama-sama bisa dibukukan, baik untuk gabungan
yang proporsional atau metode ekuitas. Penanaman modal dalam perusahaan
gabungan dibukukan dengan metode ekuitas.
Translasi laporan keuangan dari
operasi asing didasarkan pada konsep mata uang fungsional. Mata uang fungsional
merupakan lingkaran ekonomi utama di mana entitas asing tersebut beroperasi.
Mata uang tersebut bisa berupa mata uang yang sama yang digunakan oleh
perusahaan induk untuk menyususn laporan keuangannya atau mata uang yang
berbeda, mata uang asing. (a) jika entitas asing memiliki mata uang fungsional
yang berbeda dari mata uang dalam laporan perusahaan induk, maka laporan
keuangannya akan ditranslasikan dengan menggunakan metode tariff yang ada
dengan penyesuaian hasil transalasi yang dicakup dalam ekuitas pemegang saham.
(b) jika entitas asing memiliki mata uang yang sama dengan mata uang laporan
perusahaan induk, laporan keuangan ditranslasikan sebagai berikut :
a)
Tingkat
akhir tahun untuk artikel moneter
b)
Tingkat
bursa berdasarkan tanggal transaksi untuk artikel non-moneter yang diterima pada nilai perolehan
c)
Tingkat
bursa berdasarkan tanggal penilaian untuk artikel non-moneter yang diterima
pada nilai wajar
Penyesuaian transalasi dimasukkan
dalam pendapatan periode yang sednag berjalan. (c) jika entitas asing memiliki
mata uang fungsional dari sebuah ekonomi dengan inflasi yang sangat tinggi,
laporan keuangannya pertama kali diulangi untuk efek inflasi, selanjutnya
ditranslasikan dengan menggunakan metode tarif yang telah dijelaskan
sebelumnya.
Asset dinilai berdasarkan harga
perolehan atau harga pasar. Jika metode yang digunakan , revaluasi harus
digunakam secara teratur dan semua barang dari kelas tertentu harus dinilai
kembali. Pinjaman keuangan dikapitalisasi dan diamortisasi, sementara pinjaman
operasional pada dasar yang sistematis, biasanya membayar utang pinjaman pada
dasar garis lurus.
C.
Sistem
Akuntansi Keuangan Lima Negara
1.
Prancis
Prancis merupakan penyokong utama
dunia dalam kesamaan akuntansi nasional. Menteri Ekonomi Nasional menyetujui
Plan Comptable General formal yang pertama pada September 1047. Plant Comptable
General berisi :
a)
Tujuan
dan prinsip laporan dan akuntansi keuangan
b)
Definisi
asset, utang, ekuitas pemeganga saham, pendapatan, dan pengeluaran
c)
Aturan-aturan
dan valuasi pengakuan
d)
Daftar
akun, persyaratan penggunaannya, dan persyaratan tata buku dan lainnya yang
telah distandardisasi
e)
Contoh
laporan keuanangan dan aturan presentasinya
Perintah penggunaan daftar akun
nasional yang sama tidak membebani bisnis Prancis karena ketentuannya sangant
diterima dalam praktik. Akuntansi Prancis sangat terhubung dengan ketentuan
yang memungkinkan untuk mengabaikan fakta bahwa legislasi komersil dan
undang-undang perpajakan yang mengatur banyak akuntansi dan laporan keuangan
Prancis yang sebenarnya. Undang-undang pajak penghasilan yang pertama dibuat
pada tahun 1914, dengan demikian menghubungkan perpajakan dan keharusan untuk
menyimpan catatan akuntansi.
Dasar utama untuk regulasi akuntansi
di Prancis adalah Undang-undang Akuntansi 1983 dan Dekrit Akuntansi 1983, yang menjadikan
Plan Comptable General suatu kewajiban bagi semua perusahaan. Setiap perusahaan
harus membuat sebuah panduan akuntansi jika dianggap perlu untuk memahami dan
mengatur proses akuntansi.
Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
Ada lima perusahaan besar yang
terlibat dalam penyusunan atandar di Prancis :
1.
Counseil
National de la Comptabilite, atau CNC (Badan Akuntansi Nasional)
2.
Comite
de la Reglementation Comptable, atau CRC (KOmite Regulasi Akuntansi)
3.
Autorite
des Marches Financiers, atau AMF (Otoritas Pasar Keuangan)
4.
Ordre
des Experts-Comptable, atau OEC (Institute Akuntan Publik)
5.
Compagnie
National des Commissaires aux Comptes, atau CNCC (Institute Nasional
Undang-undang Auditor)
CNC terdiri dari 58 anggota yang
mewakili profesi akuntansi, pegawau sipil, dan atasan, persatuan dagang, dan
kelompok-kelompok sektor swasta lainnya. Sebuah Urgent Issue Committee
tergabung dalam CNC untuk menyelesaikan masalah-masalah akuntansi yang memerlukan
resolusi yang cepat. Penunjukkan dalam CNC sangat bergengsi, dan rekomendasinya
sangat berbobot.
Oleh karena kebutuhan akan cara
penyediaan otoritas pengaturan yang luwes dan cepat untuk standar akuntansi.
CRC didirikan pada tahun 1998. CRC mengubah pengaturan dan rekomendasi CNC menjadi
regulasimyang mengikat.
Perusahaan-perusahaan Prancis secara
tradisional kurang bergantung pada pasar modal daripada sumber-sumber keuangan
lainnya. Organisasi Prancis-AMF- yang sepadan dengan Securities and Exchange AS
memiliki pengaruh penting yang terbatas pada susunan standar akuntansi. AMF
mengawsai masalah-masalah pasar yang baru dan operasi pasara regional dan
nasional. AMF memiliki otoritas untuk mengeluarkan aturan laporan dan
pengungkapan tambahan untuk perusahaan yang terdaftar. AMF bertanggung jawab
untuk melaksanakan pemenuhan persyaratan laporan oleh perusahaan-perusahaan
Prancis yang terdaftar. Ada dua divisi yang memeriksa kepatuhannya. Division of
Corporate Finance (SOIF) mengadakan sebuah tinjauan umum tentang
aspek-aspek hokum, ekonomi, dan keuangan
dari berkas-berkas dokumen AMF (termasuk laporan tahunan). Accounting Division
(SACF) memeriksa kepatuhan standar akuntansi.
Praktik akuntansi public dan hak
untuk mendapatkan gelar expert-comptable dibatasi untuk para anggota OEC, yang
terikat dengan klien untuk menjaga dan meninjau catatan akuntansi dan
mempersiapkan laporan keuangan. OEC berada dibawah yurisdiski Menteri Ekonomi
dan Keuangan.
Sebaliknya, CNCC berada dibawah
yurisdiski Menteri Kehakiman. Menurut undang-undang hanya auditor resmi yang
boleh mengaudit dan memberikan opini tentang laporan keuangan. Audit di Prancis
secara umum sama dengan padanannya ditempat lain. Namun, auditor Prancis harus
melapor kepada auditor Negara bagian untuk setiap tindakan criminal yang mereka
dapati selama masa audit.
AMF bertanggung jawab untuk mengawasi
audit perusahaan-perusahaan yang terdaftar. Namun, AMF bergantung pada komite
CNCC untuk melakukan tinjauan mutu audit demi kepentingannya. Dengan penetapan
bersama AMF, CENA memeriksa audit dari setiap perusahaan yang terdaftar
sedikitnya sekali dalam 6 tahun. Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan dalam
kasus-kasus dimana pekerjaan auditor dianggap tidak sempurna.
Laporan Keuangan
Perusahaan di Prancis harus
melaporkan hal-hal berikut :
1.
Neraca
2.
Laporan
laba rugi
3.
Catatan
atas laporan keuangan
4.
Laporan
direktur
5.
Laporan
auditor
Laporan keuangan dari semua
perusahaan dan perusahaan kewajiban terbatas lainnya di atas ukuran tertentu
harus diaudit. Perusahaan-perusahaan besar juga harus mempersiapkan
dokumen-dokumen yang berhubungan dengan pencegahan kebangkrutan bisnis dan
sebuah laporan nasional, yang keduanya merupakan ciri khas Prancis.
Untuk memberikam tinjauan yang baik
dan benar, laporan keuangan harus disiapkan sesuai dengan legislasi dan dengan
keyakinan yang baik. Fitur signifikan dalam laporan keuangan Prancis adalah
persyaratan untuk penulisan catatan kaki yang ekstensif dan rinci, termasuk
hal-hal berikut :
a)
Penjelasan
pengukuran aturan yang digunakan (misalnya kebijakan akuntansi)
b)
Perlakuan
akuntansi untuk barang dengan mata uang asing
c)
Laporan
perubahan dalam asset tetap dan depresinya
d)
Rincian
provisi
e)
Rincian
setiap revaluasi
f)
Laporan
utang dan piutang menurut waktunya
g)
Daftar
anak perusahaan dan pembagian saham
h)
Jumlah
tanggungan pensiun dan kepentingan pengunduran diri lainnya
i)
Rincian
pengaruh pajak pada laporan keuangan
j)
Jumlah
rata-rata karyawan yang diurutkan menurut kategorinya
k)
Analisis
perputaran menurut aktivitas dan secara geografis
Laporan direktur mencakup sebuah
tinjauan tentang aktivitas perusahaan selama satu tahun, prospek masa depan
perusahaan, kejadian penting pasca-disusunnya neraca, aktivitas riset dan
pengembangan, dan sebuah ringkasan tentang hasil perusahaan selama lima tahun
terakhir. Laporan keuanagan dari perusahaan komersil harus diaudit, kecuali
untuk perusahaan kecil, kewajiban terbatas, dan kemitraan.
Perusahaan-perusahaan yang terdaftar
harus memberikan laporan sementara per enam bulan dan dimulai pada tahun 2003,
hasil dari kegiatan lingkungan mereka. Di antara hal yang lain, harus ada
informasi yang diberikan untuk :
a)
Pemakaian
air, bahan baku, dan energy, dan tindakan yang diambil untuk meningkatkan
efesiensi energy
b)
Aktivitas
untuk mengurangi polusi di udara, air, atau tanah, termasuk polusi suara, dan
biayanya
c)
Jumlah
penyisihan untuk risiko terkait lingkungan
Undang-undang Prancis juga berisi
ketentuan yang ditujukan untuk mencegah kebangkrutan. Pemikirannya adalah bahwa
perusahaan yang memiliki pemahaman yang baik tentang masalah keuangan internal
mereka dan mempersiapkan proyeksi yang aman bisa menghindari masalah keuangan
dengan lebih baik. Maka, perusahaan-perusahaan yang lebih besar mempersiapkan 4
dokumen: laporan arus kas, laporan perubahan posisi keuangan atau laporan arus
kas, laporan estimasi laba rugi, dan sebuah rencana bisnis. Dokumen-dokumen ini
tidak diaudit, tapi hanya diperiksa oleh auditor. Dokumen-dokumen tersebut
hanya dikirimkan kepada dewan direktur dan perwakilan pegawai. Jadi, informasi
ini dirancang sebagai sebuah sinyal peringatan awal internal untuk manajemen
dan pekerja.
Patokan Akuntansi
Perusahaan-perusahaan Prancis yang
terdaftar mengikuti IFRS dalam laporan keuangan gabungan mereka, dan
perusahaan-perusahaan yang tidak terdaftar juga mempunyai pilihan ini. Namun,
semua perusahaan Prancis harus mengikuti regulasi tetap dari ketentuan pada
tingkat perusahaan pribadi. Akuntansi untuk perusahaan pribadi merupakan dasar
hokum untuk membagikan deviden dan menghiting penghasilan wajib pajak.
Asset-asset berwujud biasanya
dihiting berdasarkan nilai perolehan. Walaupun revaluasi diperbolehkan , tetap
dikenakan pajak sehingga jarang ditemukan dalam prakteknya. Asset-asset
didepresiasikan menurut ketentuan pajak, biasanya dengan menggunakan metode
garis lurus atau saldo menurun. Persediaan harus dihitung pada nilai terendah
atau nilai yang dapat dicapai dengan menggunakan metode first in, first out
(FIFO) atau metode rata-rata tertimbang.
Biaya riset dan pengembangan dibebankan
pada saat terjadinya, tapi bisa dikapitalisasi dalam keadaan-keadaan tertentu.
Jika dikapitalisasi, biaya riset dan pengembangan harus diamortisasi kurang
dari lima tahun. Asset-asset yang dipinjamkan tidak dikapitalisasi, dan biaya
sewa dibebankan. Kepentingan pensiun dan pengunduran diri biasanya dibebankan
ketika dibayarkan, dan tanggungan masa depan jarang diakui sebagai hutang.
Adanya hubungan antara catatan parusahaan dan pajak penghasilan, perusahaan
tidak menghitung pajak yang ditangguhkan dalam laporan keuangan pribadi.
Simpanan wajib harus diadakan dengan perhitungan 5% dari penghasilan per tahun
hingga simpanannya sesuai dengan 10% modal awal.
Dengan adanya pengecualian, antara
Prancis mengenai laporan keuangan gabungan yang mengikuti pendekatan isi pokok
laporan kewajaran penyajian daripada bentuknya. Dua pengecualian tersebut yaitu
bahwa utang untuk kepentingan pasca-pekerjaan tidak harus diakui dan pinjaman
keuangan tidak perlu dikapitalisasi. Pajak-pajak yang ditangguhkan dihitung
menggunakan metode kewajiban, dan dipotong ketika pembalikan perbedaan waktu
bisa diperkirakan. Metode pembelian biasanya digunakan untuk menghitung
kombinasi bisnis. Goodwill biasanya dikapitalisasi dan diamortisasi ke dalam
pendapatan, tapi tidak ada jangka waktu tertentu periode amortisasi yang
spesifik.
2.
Jerman
Iklim akuntansi Jerman terus berubah
semenjak akhir Perang Dunia II. Pada masa itu, akuntansi bisnis menekankan
daftar akun nasional dan seksional (seperti di Prancis). Commercial Code
menetapkan beragam prinsip tentang “pembukuan yang rapi”, dan audit yang
mandiri hampir tidak selamat dari perang.
Dalam sebuah kejadian besar,
Corporation Law tahun 1965 memindahkan sistem laporan keuangan Jerman kea rah
pemikiran Inggris-Amerika (tapi hanya untuk perusahaan-perusahaan yang besar).
Dibutuhkan lebih banyak pengungkapan, penggabungan terbatas, dan laporan
manajeman perusahaan.
Pada awal tahun 1970-an Uni Eropa
mulai mengeluarkan perintah penyelarasnnya, di mana Negara-negara aggotanya
diwajibkan untuk menggabungkan diri dengan undang-undang nasionalnya. Legislasi
ini luar biasa karena (1) menggabungkan semua persyaratan akuntansi, laporan
keuangan, pengungkapan, dan audit Jerman ke dalam satu undang-undang; (2)
undang-undang tunggal ini ditetapkan menjadi buku ketiga dari German Commercial
Code (HGB) dan (3) peraturan ini sebagian besar didasarkan pada konsep dan
praktik Eropa.
Ada dua undang-undang baru yang
dikeluarkan pada tahun 1998. Undang-undang yang pertama menambahkan sebuah
paragraph baru dalam buku ketiga German Commercial Code yang memungkinkan
perusahaan yang mengeluarkanekuitas atau utang pada pasar modal resmi untuk
menggunakan prinsip akuntansi internasional dalam laporan keuangan gabungan
mereka. Undang-undang yang kedua memungkinkan adanya penetapan perusahaan
sektor swasta ungtuk menyusun standar akuntansi bagi laporan keuangan gabungan.
Undang-undang perpajakan juga sangat
menentukan akuntansi komersial. Prinsip penentuan menyatakan bahwa penghasilan
kena pajak ditentukan oleh apa pun yang dibukukan dalam catatan keuangan sebuah
badan usaha.
Karakteristik dasar ketiga dari
akuntansi Jerman adalah ketergantungannya pada keputusan undang-undang dan
pengadilan. Tidak ada lagi yang memiliki kekuatan mengikat atau otoritatif.
Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
Undang-undang tahun 1998 tentang
kendali dan transparansi memperkanalkan persyaratan bagi Menteri Kehakiman
untuk mengakui dewan susunan standar nasional untuk memberikan tujuan-tujuan
berikut:
a)
Mengembangkan
rekomendasi untuk penerapan standar akuntansi dalam laporan keuangan gabungan.
b)
Menganjurkan
Menteri Kehakiman mengenai standar akuntansi yang baru.
c)
Mewakili
Jerman dalam organisasi akuntansi internasional seperti IASB.
German Accounting Standards Committee
(GASC), didirikan tidak lama sesudahnya, dan selanjutnya diresmikan oleh
Menteri Kehakiman sebagai otoritas penyusun standar Jerman.
GASC mengawasi German Accounting
Standards Board (GASB), yang melakukan pekerjaan teknis dan mengeluarkan
standar akuntansi. GASB berisi tujuh orang ahli audit, analisis keuangan, akademis,
dan industri yang mandiri.
Sistem penyusunan standar akuntansi
Jerman secara umum sama dengan sitem yang digunakan di Inggris dan Amerika
Serikat, dan sama dengan IASB. Namun penting untuk menekankan bahwa standar
GASB merupakan rekomendasi otoriter yang hanya berlaku untuk laporan keuangan
gabungan.
Menurut pendapat kami, berdasarkan
pada penemuan audit kami, laporan keuangan gabungan sesuai IFRS, seperti yang
digunakan oleh Uni Eropa, persyaratan tambahan dari German Commercial Law. 1HGB
dan memberikan tinjauan yang baik dan benar dari asset bersih, posisi keuangan,
dan hasil opersai grup sesuai dengan persyaratan tersebut.
Laporan Keuangan
Undang- undang menetapkan isi dan
format laporan keuangan, yang mencakup hal-hal berikut:
1.
Neraca
2.
Laporan
laba rugi
3.
Catatan
4.
Laporan
manajemen
5.
Laporan
auditor
Sebuah keistimewaan dari sistem
laporan keuangan Jerman adalah adanya laporan pribadi dari auditor kepada dewan
direktur dan dewan pengawas perusahaan. Laporan ini mengomentari prospek masa
depan perusahaan dan khususnya faktor-faktor yang bisa mengancam kelangsungannya.
Semua perusahaan, bukan hanya yang
terdaftar, bisa menggunakan IFRS dalam menyusun laporan keuangan gabungan
mereka. Namun, laporan keuangan perusahan pribadi harus mengikuti persyaratan
HGB. Perusahaan memiliki pilihan untuk juga mengeluarkan laporan keuangan
perusahaan pribadi menurut IFRS untuk tujuan informasional.
Pengukuran Akuntansi
Berdasarkan Comercial code (HGB),
metode pembelian(akusisi) merupakan metode penggabungan yang mendasar, tapi
penyatuan kepentingan (pooling of interest) bisa diterima dalam keadaan
tertentu. Ada dua bentuk metode pembelian yang diizinkan: metode nilai buku dan
metode revaluasi (biasanya berbeda dalam laporan kepentingan minoritas).
GAS lebih restriktif dari pada HGB
dalam laporan keuangan gabungan. Berdasarkan GAS 4, metode revaluasi harus
digunakan, dimana asset dan utang yang didapatkan dalam sebuah penggabungan
bisnis dinilai kembali bedasarkan harga pasar, dan kelebihannya ke goodwill.
Harga perolehan merupakan dasar untuk
menilai asset berwujud. Persediaan dicatat pada biaya atau pasar yang lebih
rendah; FIFO, LIFO, dan rata-rata merupakan metode untuk menentukan biaya.
Depresiasi asset tetap disesuaikan dengan penurunan tingkat pajak.
Biaya riset dan pengembangan
dibebankan saat terjadinya. Pinjaman dana biasanya tidak dikapitalisasi, tapi
kewajiban pensiun diakui berdasarkan penentuan nilai tafsiran yang sesuai dengan
undang-undang perpajakan.
Provisi sebagai estimasi beban atau
kerugian masa depan digunakan. Provisi harus disusun untuk beban pemeliharaan
tangguhan, jaminan produk, kerugian potensial dari transaksi yang tertunda, dan
kewajiban yang tidak pasti lainnya.
3.
Republik
Ceko
Republik ceko (CR) terletak di eropa
tengah dan berbatasan dengan jerman disebelah barat dan barat laut, Austria
diselatan, republic Slovakia ditimur dan polandia di utara.
Akuntansi di Republik ceko telah
berganti arah bebeapa kali,seiring dengan sejarah politik negaranya. Praktik
dan prinsip akuntansinya digambarkan oleh Negara-negara berbahasa jerman di
eropa hingga akhir Perang Dunia II. Kebutuhan administrative dari berbagai
lembaga pemerintahan yang penting dipenuhi melalui fitur-fitur tertentu seperti
penyeragaman daftar akun, metode akuntansi yang rinci, dan penyeragaman laporan
keuangan, wajib bagi semua badan uasaha. Setelah tahun 1989, Ceko bergerak
cepat menuju ekonomi berorientasi pasar. Divisi Ceko tidak langsung terpengaruh
oleh proses inu. Pada tahun 1993, Prague Stock Exchange mulai resmi berjalan.
Pada tahun 1995 Republik Ceko menjadi anggota pertama pasca-komunis dalam
Organization for Economic Coorperation and Development (OECD). Republik Ceko
bergabung dengan NATO pada tahun 1999 dan Uni Eropa pada tahun 2004.
Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi.
Commercial code yang baru dibuat oleh
parlemen Ceko pada tahun 1991 dan mulai efektif pada 1 januari 1992.
Dipengaruhi oleh akar undang-undang perdagangan Austria yang lama dan mencontoh
pada undang-undang perdagangan Jerman, Commercial code memperkenalkan sejumlah
legislasi dasar yang berhubungan dengan bisnis. (Undang-undang Ceko didasarkan
pada system hukum sipil dari bagian Eopa). Legislasi ini berisi persyaratan
untuk laporan keuangan tahunan, pajak-pajak penghasilan, audit dan pertemuan
rapat pemegang saham. Accountancy Act, yang menentukan persyaratan untuk
akuntansi, dikeluarkan pada tahun 1991 dan mulai efektif pada 1 januari 1993.
Proses Audit diatur oleh Act on Auditors, yang dikeluarkan pada tahun 1992.
Undang-undang ini membentuk chamber of Auditors, sebuah badan professional yang
mengatur dirinya sendiri yang mengawasi pendaftaran, pendidikan, pengujian, dan
menertibkan Auditor, penyusunan daftar audit, dan regulasi praktik audit,
seperti format laporan audit.
Laporan Keuangan
Laporan Keuangan Harus bersifat
komparatif, terdiri atas:
a)
Neraca
b)
Akun
keuntungan dan kerugian (laporan laba rugi)
c)
Catatan
Sesuai dengan persyaratan EU
Directives, catatan meliputi penjelasan kebijakan akuntansi dan informasi
relevan lain untuk menilai laporan keuangan. Contoh-contoh informasi yang
relevan yaitu informasi pegawai, pendapatan setiap baian, dan kewajiban
bersyarat. Catatan juga harus memasukan sebuah laporan arus kas. Laporan
keuangan gabungan diwajibkan untuk kelompok-kelompok yang memenuhi sedikitnya
dua kritria berikut:
a)
Aset
senilai CzK350 juta
b)
Pendapatan
sebesar CzK700 juta
c)
250
Pegawai.
Hak kepemilikan pengendalian dalam
sebuah cabang didasarkan pada kepemilikan saham mayoritas atau memiliki
pengaruh dominan langsung maupun tidak langsung. Perusahaan-perusahaan kecil
dan lainnya yang tidak diwajibkan melakukan audit memiliki persyaratan
pengungkapan yang singkat. Laporan Keuangan disetujui pada rapat pemegang saham
tahunan. Perusahaan-perusahaan Ceko yang terdaftar harus menggunakan IFRS, baik
untuk laporan keuangan gabungan maupun laporan keuangan perusahaan pribadi
mereka. Perusahaan perusahaan yang tidak terdaftar memiliki pilihan untuk
menggunakan IFRS tau standar akuntansi Ceko untuk laporan keuangan gabungan
mereka, tapi harus menggunakan standar Ceko dalam laporan perusahaan pribadi
mereka. Perusahaan-perusahaan yang terdaftar juga diwakilkan untuk memberikan
laporan laba rugi per 3 bulan.
Pengukuran Akuntansi
Berdasarkan pengukuran Commercial
Code (HGB), metode pembelian (akusisi) merupakan metode penggabungan yang
mendasar, tapi penyatuan kepentingan (Pooling of interest) bisa diterima dalam
keadaan tertentu. Ada dua bentuk metode pembelian yang diizinkan: metode nilai
buku dan metpde revaluasi (biasanya berbeda dalam laporan kepentingan minoritas).
GAS lebih retristik dari pada HGB dalam laporan keuangan gabungan. Berdasarkan
GAS 4, metode revaluasi harus digunakan, dimana asset dan utang yang didapatkan
dalam sebuah penggabungan bisnis dinilai kembali berdasarkan harga pasar dan
kelebihannya dialokasikan ke goodwill. Goodwil diuji setiap tahun untuk
mengetahui adanya penurunan. Harga perolehan merupakan dasar untuk menilai
asset berwujud. (Jerman merupakan salah satu penganut paling loyal terkait
prinsip harga perolehan. Sikap kuatnya terhadap anti-inflasi merupakan hasil
dari penghapusan dua periode inflasi yang mengerikan yang dilalui pada abad ke
20.) Persediaan dicatat pada biaya atau pasar yang lebih rendah; FIFO, LIFO,
dan rata-rata merupakan metode untuk menentukan biaya. Depresiasi asset tetap
disesuaikan dengan penurunan tingkat pajak.
Perusahaan-perusahaan jerman yang
terdaftar harus menyusun laporan keuangan gabungan mereka menurut IFRS.
Perusahaan-perusahaan lain memiliki pilihan untuk menggunakan IFRS ataupun
peraturan jerman.
4.
Belanda
Akuntansi belanda memberikan beberapa
paradox yang menarik. Belanda memiliki undang-undang akuntansi dan persyaratan
keuangan ynag cukup bebas tapi stansar praktik professional yang sangat tinggi.
Belanda merupakan sebuah Negara hukum, namun akuntansinya diorientasikan kea
rah keawajaran penyajian. Laporan keuangan dan akuntansi pajak merupakan dua
aktivitas yang terpisah. Lebih lanjut lagi, orientasi kewajaran dikembangkan
tanpa adanya pengaruh kuat dari bursa saham.
Akuntansi Belanda dianggap sebagai sebuah
cabang ekonomi bisnis. Akibatnya, banyak pemikirn ekonomi yang dicurahkan untuk
topic-topik akuntansi dan khususnya pada pengukuran akuntansi.
Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
Regulasi akuntansi di Belanda tetap
bersifat liberal hingga munculnya Act on Annual Financial Statements pada tahun
1970. Undang-undang tersebut merupakan bagian dari program perubahan yang
ekstensif dalam legalasi perusahaan dan sebagian diperkenalkan untuk
menggambarkan keselarasan undang-undang tahun 1970. Adalah:
a)
Laporan
keuangan harus menunjukan gambaran yang jelas dari posisi keuangan dan hasil
tahun tersebut, dan semua artikelnya harus dikelompokan dan dijelaskan dengan
tepat.
b)
Laporan
keuangan harus disusun berdasarkan praktik bsnis yang aman
c)
Dasar-dasar
untuk penulisan asset dan utang serta untuk menentukan hasil operasi harus
diuangkapkan.
d)
Laporan
keuangan harus disusun pada dasar yang konsisten, dan pengaruh material dari
perubahan dalam prinsip-prinsip akuntansi harus diuangkapkan dengan tepat
e)
Informasi
keuangan untuk perioade terdahulu harus diuangkapkan dalam laporan keuangan dan
catatan kaki yang menyetainya.
Undang-undang tahun 1970
memperkenalkan audit berdasarkan perintah. Undang-undang tersebut juga menyusun
pembentukan Tripartie Accounting Study Group dan melahirkan Enterprise Chamber.
Undang-undang tersebut, yang digabungkan dalam undang-undang sipil pada tahun
1975, dikembangkan oleh legislasi pada tahun 1983 untuk menyesuaikan dengan EU Fourth
Directive, dan selanjutanya dikembangkan lagi pada tahun 1988 untuk
menyesuaikan dengan Eu Seventh
Directive.
Dutch Accounting Standarts Board
(DASB) mengeluarkan pedoman pada prinsip prinsip akuntansi yang diterima secara
umum. Dewan ini diisi oleh anggota-angggota dari tiga kelompok yang berbeda,
yaitu:
a)
Penyusun
laporan keuangan (para pegawai)
b)
Pengguna
Laporan keaunagn
c)
Auditor
laporan keuangan.
DSAB merupakan organisasi swasta yang
didanai oleh bantuan dari komunitas bisnis dan profesi audit. Aktivitasnya
diatur oleh Foundation for Annual Reporting (FAR). FAR mengangkat anggota DSAB
dan memastikan adanya pendanaan yang cukup.
Authority for the Financial Markets (AMF) Belanda mengawasi
operasi bursa saham. Walaupun berada di bawah kekuasaan Menteri Keuangan, AMF
merupakan sebuah toritas administrative yang memiliki otonomi sendiri.
Enterprise Chamber, sebuah dewan
khusus yang berhubungan drngan High Court of Amsterdam, merupakan sebuah
keistimewaan khusus dari system Belanda dalam melaksanakan kepatuhan
persyaratan akuntansi.
Laporan Keuangan
Kualitas laporan keuangan Belanda
sangat tinggi. Laporan keuangan yang menurut undang-undang harus disimpan di
Belanda, tapi Inggris, Prancis, dan Jerman juga bisa memakainya, laporan
keuangan meliputi hal-hal berikut:
1.
Neraca
2.
Laporan
laba rugi
3.
Catatan
4.
Laporan
direktur
5.
Informasi
lain yang sudah ditentukan
Sebuah laporan arus kas dianjurkan
untuk disertakan, dan sebagian besar perusahaan Belanda menyertakannya. Catatan
harus menjelaskan prinsip-prinsip akuntansi yang digunakan dalam valuasi dan
penentuan hasil, dan pemikiran dibalik setiap perubahan akuntansi. Laporan
keuangan tahunan harus dipresentasikan pada dasar perusahaan induk dan
gabungan. Perusahaan-perusahaan kelompok untuk tujuan penggabungan merupakan
perusahaan yang membentuk sebuah satuan ekonomi dibawah kendali yang sama.
Pengukuran Akuntansi
Walaupun metode akuntansi penyatuan
kepentingan untuk penggabungan bisnis diperbolehkan dalam keadaan-keadaan
tertentu, metode ini jarang digunakan di Belanda. Metode pembelian merupakan
praktik yang umum. Goodwill merupakan selisih antara biaya akusisi dan nilai
wajar dari asset dan utang yang diakusisi. Selisih ini dikapitalisasi dan
diamortisasi berdasarkan masa manfaatnya, maksiamal hingga 20 tahun. Metode
ekuitas diperlukan ketika penanam modal menggunakan pengaruh signifikan pada
kebijakan bisnis dan keuangan. Usaha patungan bisa dihitung menggunakan metode ekuitas atau
penggabungan proporsional. Translasi mata uang asing sama dengan IFRS . Neraca
“entitas asing” ditranslasikan pada tingkat penutupan (akhir tahun), sedangkan
laporan laba rugi ditranslasikan pada tingkat penutupan atau rata-rata.
Penyesuaian translasi dibebankan kepada ekuitas pemegang saham. Metode temporal
digunakan untuk “kegiatan asing langsung”, dengan penyesuain translasi pada
penghasilan.
Fleksibilitas Belanda terhadap
pengukuran akuntansi sangat nyata dalam izin menggunakan nilai lancer untuk
asset berwujud sperti persediaan dan
asset yang bisa didepresiasi. Ketika nilai lancer digunakan untuk asset-aset
tersebut, jumlah laporan laba rugi berhubungan, harga pokok penjualan, dan
depresiasi juga dinyatakan dalam nilai yang ada. Nilai lancer bisa berupa nilai
pengganti, jumlah nilai yang dapat dipulihkan, atau nilai bersih yang dapat
dicapai.
Ketika harga perolehan digunakan
untuk persediaan, hal ini biasanya dinyatakan dalam nilai rendah atau nilai
bersih yang bisa dicapai, dengan biaya yang ditentukan oleh FIFO, LIFO, atau
metode rata-rata. Karena perusahaan-perusahaan Belanda memiliki fleksibilitas
dalam menerapkan aturan penghitungan. Seseorang akan mengira bahwa ada kesempatan
untuk memanipulasi penghasilan. Selaim itu, ada fleksibilitas dalam penyertaan
obligasi masa depan yang mungkin ada. Sebagai contoh, provisi untuk
pemeliharaan berkala dan pemeriksaan besar diizinkan.
5.
Inggris
Akuntansi di Inggris berkembang
sebagai sebuah ilmu tunggal, secara pragmatis merespons terhadap kebutuhan dan
praktik bisnis. Seiring waktu, secara berturut-turut undang-undang perusahaan
menambahkan susunan dan persyaratan lainya, tapi masih memperbolehkan
fleksibilitas akuntan dalam penerapan nilai professional. Sejak tahun 1970-an,
sumber paling penting untuk pengembangan dalam undang-undang perusahaan adalah
EU Directives, terutama Fourth dan Seventh Directive.Pada saat yang sama,
standar akuntansi dan proses penyusunan standar telah menjadi lebih otoritatif.
Warisan akkuntansi Inggris pada dunia
sangatlah mendasar. Inggris merupakan Negara pertama di dunia yang
mengembangkan sebuah profesi akuntansi seperti yang kita kenal saat ini. Konsep
kewajaran penyajiandari hasil dan posisi keuangan (kebenaran dan kewajaran)
juga berasal dari inggris. Pemikiran akuntansi professional dan praktiknya
dikirimkan ke Australia, Kanada, Amerika Serikat, dan semua bekas jajahan
inggris termasuk hong kong, india, Kenya, selandia baru, Nigeria, singapura,
dan afrika selatan.
Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
Dua sumber utama untuk standar
akuntansi keuangan di Kerajaan Inggris adalah undang-undang perusahaan dan
profesi akuntansi. Kegiatan perusahaan – perusahaan yang tergabung di Kerajaan
Inggris secara luas diatur oleh undang-undang yang disebut undang-undang
perusahaan. Undang-undang tersebut telah diperbarui, diperluas, dan digabungkan
selama bertahun-tahun. Sebagai contoh, pada tahun 1991 EU Directive diimplementasikan, menambahkan
aturan hukum yang menyangkut ketentuan format, prinsip akuntansi, dan akuntansi
dasar. Perusahaan – perusahaan boleh memilih dar format neraca alternative dan
empat format akun laba dan rugi. Undang-undang tahun 1981 juga menetapkan 5
prinsip akuntansi dasar:
1.
Pendapatan
dan beban disesuaikan dengan dasar akrual
2.
Aset
dan Kewajiban individu dalam setiap golongan asset dan kewajiban dihitung
secara terpisah
3.
Prinsip
konservatisme (kehati-hatian) diterapan, khususnya dalam pengenalan penghasilan
yang didapat dan semua kewajiban dan kerugian yang ditemukan.
4.
Penerapan
kebijakan akuntansi yang konsisten diharuskan dari tahun ke tahun.
5.
Prinsip
perusahaan yang terus berjalan bisa diterapkan untuk entitas yang seang
dihitung.
Undang-undang tersebut berisi aturan
valuasi yang luas yang didalamnya akun bisa didasarkan pada harga perolehan
atau biaya sekarang.
Companies Act pada tahun 1985
menggabungkan dan memperluas legislasi lebih awal dan diubah pda tahun 1989
untuk mengakui EU Seventh Directive. Undang-undang ini menfharusakan adanya
penggabungan lapoan keuangan, walaupaun penggabungan sudah merpakan praktik
standar. Ketentuan hukum merupakan sesuatu yang umum dan memungkinkan adanya
fleksibilitas dalam penerapan atar kasus.
Enam dewan akuntansi di Kerajaan
Ingris berikut ini dihubungkan memaliu Consultative Committee of Accountancy
Bodies (CCAB), yang dibentuk pada tahun 1970.
1.
The
Institute of Chartered Accountants In England and Wales
2.
The
Institute of Chartered Accountants In England in Ireland
3.
The
Institute of Chartered Accountants In England in Scotland
4.
The
Association of Chartered Certified Accountants
5.
The
chartered Institute on Managemant Accountants
6.
The
Chartered Institute of Public Finance and Accountancy
Hingga 2000, standar audit merpakan
tanggung jawab sebuah dewan dari CCAB. Pada tahun tersebut Accountancy
Foundation dibentuk untuk mengatur dan mengawasi profesi audit.
Laporan Keuangan
Laporan keuangan Inggris merupakan
yang paling komprehensif di dunia. Laporan keuangan biasanya mencakup:
1.
Laporan
direktur
2.
Akun
laba dan rugi serta neraca
3.
Laporan
arus kas
4.
Laporan
keseluruhan laba dan rugi
5.
Laporan
kebijakan akuntansi
6.
Catatan
yang direferensikan dalam laporan keuangan
7.
Laporan
auditor
Laporan direktur menyebutkan
aktivitas pokok bisnis, tinjauan operasi dan perkembangan yang akan terjadi,
kejadian penting pasca penyusunan neraca, dividen yang dianjurkan, nama-nama
direktur pemegang sahamnya, dan kontribusi politik serta sumbangan amal.
Perusahaan-perusahaan yang terdaftar harus menyertakan laporan mengenai
penguasaan bersama dengan pengungkapan mengenai gaji direktur, komite audit dan
kendali internal, dan sebuah pernyataan bahwa perusahaan berjalan dengan baik.
Laporan keuangan harus memberikan pandangan yang adil dan benar mengenai
keadaan dan keuntungan perusahaan. Untuk mencapai hal ini, informasi tambahan
mungkin diperlukan, dan dalam keadaan tertentu persyaratannya bisa
dikesampingkan. Yang terakhir dikenal juga dengan “ Pengesampingan yang adil
dan benar”.
Laporan keuangan grup hanya
diwajibkan untuk neraca perusahaan induk. Kendali “perusahaan” cabang terjadi
ketika perusahaan induk. Keistimewaan lain laporan keuangan inggris adalah
bahwa perusahaan – perusahaan kecil dan menengah dibebaskan dari banyaknya
kewajiban laporan keuangan. Companies Act yang menentukan criteria ukuran
perusahaan.
Penghitungan Akuntansi
Inggris memperbolehkan adanya metode
akusisi dan penggabungan akuntansi untuk kombinasi bisnis. Namun syarat-syarat
penggunaan metode penggabungan sangat terbatas sehingga hamper tidak pernah
digunakan. Di bawah metode akusisi, goodwilldihitung sebagai selisih antara
harga pasar dari uang yang dibayarkan dan harga pasar dari asset bersih yang
diakusisi.
Aset-aset bisa dihitung pada harga
perolehan, biaya sekarang, atau menggunakan gabungan keduanya. Jadi , revaluasi
tanah dan bangunan diperbolehkan. Depresiasi dan amortisasi harus berhubungan
dengan dasar perhitungan yang digunakan untuk asset-aset yang mendasarinya.
Pinjaman yang menggantikan risiko dan
penghargaan kepemilikan kepada penyewa dikapitalisasi dan kewajiban sewa
ditunjukkan sebagai utang. Biaya provisi pension dan kepetingan pengunduran
diri lainnya harus dihitung secara sistematis dan rasional pada periode selama
jasa pegawai ditunjukkan.
Semua perusahaan inggris diizinkan
untuk menggunakan IFRS alih alih GAAP Inggris yang baru saja dijelaskan, jadi
inisiatif Uni Eropa pada tahun 2005 untuk perusahaan-perusahaan yang terdaftar
diperluas untuk perusahaan – perusahaan Inggris yang tidak terdaftar juga.
SUMBER:
Choi, Frederick. D. S. dan Gary K. Meek.2012.International
Accounting Edisi 6 Buku 1.Jakarta:Salemba Empat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar